Penetapan kadar sari simplisia
Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) merupakan salah satu tanaman herbal yang sering digunakan untuk pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar rutin pada ekstrak etanol daun binahong menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi sebagai proses standardisasi ekstrak bahan alam dengan senyawa rutin sebagai penanda.
Materi saya ada pada menit 2.11 sampai menit 4.50
berdasarkan pemaparan dalam video disebutkan bahwa daun binahong dipetik pada pukul 4 sore. Bagaimana hubungan antara senyawa yang terdapat dalam simplisia tersebut dan keterkaitannya terhadap penjaminan mutu simplisia ?
BalasHapusdaun binahong di petik pada pukul 4 sore guna untuk mengurangi laju penguapan sehingga didapatkan sifat fisik dan kimia daun yang baik, setelah itu dilakukan penyortiran untuk mendapatkan bagian daun tanaman binahong yang tidak cacat fisik.
Hapusberdasarkan jurnal mengenau kualitas daun binahong pada suhu berbeda disimpulkan bahwa suhu mempengaruhi proses pembuatan simplisia. bagaiman pengaruh suhu tersebut terhadap kandungan senyawa dan pada rentan suhu berapa senyawa tersebut dapat berada dalam kondisi maksimal?
BalasHapusPerlakuan pada suhu pengeringan yang berbeda memberikan pengaruh terhadap kualitas daun binahong seperti susut bobot, kadar air, warna, tekstur serta kandungan flavonoid daun binahong. Suhu ruang (27⁰C) memberikan hasil paling tinggi terhadap kandungan flavonoid daun binahong (Anredera cordifolia), diikuti suhu 300C, 40 0C dan 500C. Suhu pengeringan 30 0C dan 40 0C dapat mempertahankan warna dan tekstur daun binahong
Hapusdari video tersebut disebutkan bahwa terdapat perhitungan susut bobot. bagaiman [engaruh antara kadar senyawa simplisia terhadap penyusutan bobot tersebut?
BalasHapusSusut bobot terjadi karena sebagian air dalam jaringan daun hilang disebabkan oleh panas yang dihasilkan selama proses pengeringan. 100 angka maka semakin besar daun mengalami kehilangan susut bobotnya. Hal ini menunjukkan perlakuan pengeringan suhu 50⁰C menghasilkan panas yang mampu menghilangkan bobot daun binahong lebih besar bila dibandingkan dengan perlakuan suhu Suhu 27⁰C Suhu 30⁰C Suhu 40⁰C Suhu 50⁰ 30⁰C dan suhu 40⁰C yang menahan dan menekan kehilangan susut bobot dan juga pada perlakuan suhu 50⁰C mampu menghilangkankandungan flavonoid paling banyak, karena semakin tinggi suhu pengeringan, maka kecepatan aliran udara pada proses pengeringan makin cepat pula dan kandungan flavonoid yang ada pada daun binahong akan cepat terdegradasi dan rusak bahkan hilang. Hal ini dikarenakan pada proses pengeringan terjadi penguapan air menuju udara karena adanya perbedaan kandungan uap air antara udara dengan daun binahong.
BalasHapus